![]() |
| Foto: Partai Gerakan Rakyat mendukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2029. |
Infotabagsel.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai langkah Partai Gerakan Rakyat mendukung Anies Baswedan untuk Pilpres 2029 memicu efek domino bagi partai politik lain. Manuver ini dinilai memaksa parpol untuk menata ulang strategi pencalonan kandidat lebih dini.
"Deklarasi ini membuka ruang kompetisi lebih awal. Partai lain akan dipaksa berpikir ulang, apakah tetap menunggu momentum atau mulai mengamankan figur sejak sekarang," ujar Arifki kepada awak media, Kamis (22/1/2026).
Situasi ini semakin dinamis dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapuskan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).
Menurut Arifki, aturan baru ini membuka lebar peluang bagi tokoh alternatif untuk tampil di panggung nasional tanpa tersandera syarat kursi parlemen.
Arifki menyoroti dilema yang mungkin dihadapi eks pendukung Anies di 2024, seperti NasDem dan PKS. Dukungan Gerakan Rakyat membuat mereka harus memilih antara menjaga konsistensi sikap atau membuka opsi baru di tengah peta koalisi yang bergerak cepat.
Tak hanya itu, PKB dan Demokrat juga diprediksi bakal mengevaluasi langkah politik mereka. Dengan dihapuskannya threshold, Arifki menilai strategi sekadar menunggu "jatah" cawapres pendamping Prabowo Subianto menjadi tidak lagi strategis. Apalagi, kedua partai memiliki figur potensial seperti Muhaimin Iskandar dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang layak bertarung di level nasional.
