Notification

×

Iklan

Iklan

Kantongi Rekam Jejak Mumpuni, Zia Ulhaq Nasution Jadi Kandidat Kuat Ketua PWI Tabagsel

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:02 WIB Last Updated 2026-08-13T11:02:56Z

Zia Ulhaq Nasution

PADANGSIDIMPUAN – Menjelang pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) tahun 2026, nama Zia Ulhaq Nasution mencuat sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin organisasi profesi wartawan tersebut. Ia didukung untuk menakhodai PWI Tabagsel periode 2026-2029 karena dinilai memiliki rekam jejak, loyalitas, integritas, serta kapasitas mumpuni.

​Dukungan tersebut mengalir bukan tanpa alasan. Dari sisi kompetensi profesi, Zia dinilai telah memenuhi kriteria utama sebagai calon ketua, yakni memiliki kartu anggota biasa dan telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya atau Utama. Kapasitas ini menjadi modal penting baginya untuk menjadi teladan dalam penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sekaligus menjaga kualitas karya jurnalistik para anggota di Tabagsel.

​Di samping kompetensi, rekam jejak dan loyalitas Zia terhadap organisasi juga menjadi faktor penentu. Ia dinilai sarat pengalaman dalam aktivitas keorganisasian pers serta sangat memahami dinamika dan kebutuhan wartawan di wilayah Tabagsel.

​Aspek integritas dan netralitas tak luput dari sorotan. Sosok Zia diyakini mampu menjaga independensi PWI dari intervensi politik praktis maupun kepentingan kelompok tertentu. Di saat yang sama, ia dinilai memiliki komunikasi yang luwes untuk membangun jejaring strategis dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Forkopimda, hingga organisasi masyarakat, tanpa mengorbankan independensi pers.

​Ke depan, pengurus PWI Tabagsel memang dihadapkan pada sejumlah tantangan yang menuntut program kerja konkret. Jika dipercaya memimpin, Zia diharapkan mampu memprioritaskan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan jurnalistik dan fasilitasi UKW bagi anggota.

​Tidak hanya itu, pembenahan administrasi yang transparan sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI juga menjadi agenda krusial. PWI Tabagsel di bawah kepemimpinannya nanti juga dituntut untuk terus hadir memberikan advokasi dan perlindungan hukum bagi wartawan yang menghadapi sengketa pers saat menjalankan tugas profesionalnya.

​Berbekal seluruh kriteria dan rekam jejak tersebut, Zia Ulhaq Nasution diyakini memiliki modal yang sangat cukup untuk membawa PWI Tabagsel menjadi organisasi profesi yang semakin solid, profesional, dan berwibawa pada periode mendatang.

×
Berita Terbaru Update