![]() |
| Polres Tapsel bantah tudingan membekingi perambah hutan. |
TAPSEL – Beredarnya sebuah rekaman pembicaraan di media sosial yang menuding adanya oknum pejabat Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) membekingi pelaku perambahan hutan, akhirnya ditanggapi oleh pihak kepolisian.
Dalam narasi yang viral tersebut, oknum polisi dituding memberikan jaminan keamanan hingga menerima sejumlah uang suap dari pembalak liar. Menanggapi hal ini, Polres Tapsel dengan tegas menyatakan bahwa isu tersebut adalah hoaks.
Kasi Humas Polres Tapsel, IPTU Agam Parlindungan, memastikan informasi itu sama sekali tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta.
“Tidak ada kebijakan atau tindakan dari kami yang memberikan perlindungan bagi pelanggar hukum. Kami bekerja murni berdasarkan fakta hukum,” tegas IPTU Agam.
Lebih lanjut, Agam mengimbau warganet agar tidak mudah terpancing oleh narasi liar di media sosial yang belum jelas kebenarannya. Menyebarkan informasi tanpa bukti, kata Agam, hanya akan menciptakan keresahan dan opini publik yang keliru.
Di sisi lain, Polres Tapsel menegaskan bahwa mereka tetap terbuka dengan kritik dan laporan dari masyarakat. Namun, setiap laporan atau tuduhan harus disertai dengan bukti yang sah dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, bukan sekadar tudingan tanpa dasar.
