Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Terjang Tapanuli Tengah, Jembatan Gantung Putus dan Permukiman Terendam

Sabtu, 26 September 2026 | 21:50 WIB Last Updated 2026-09-26T14:50:37Z

Personel kepolisian mengevakuasi sejumlah warga.

TAPTENG – Hujan deras berintensitas tinggi memicu banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026) petang. Peristiwa tersebut menyebabkan tanggul sungai jebol, merendam permukiman warga, serta memutus total akses jembatan gantung (rambing) di Kecamatan Tukka.

​Dampak paling parah dilaporkan melanda Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. Tanggul penahan Sungai Bonalumban jebol akibat luapan air kiriman, merendam kawasan permukiman di Lingkungan I, II, III, dan IV dengan ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter.

​Luapan arus sungai yang deras turut merobohkan jembatan gantung di Lingkungan III Kelurahan Bonalumban hingga terputus total. Akibatnya, akses penyeberangan yang menghubungkan Lingkungan I dan Lingkungan III lumpuh.

​Selain Bonalumban, genangan air tercatat melanda beberapa titik lain di wilayah hukum Polsek Pandan. Di Kelurahan Hutanabolon (Kecamatan Tukka), banjir setinggi 10–30 sentimeter menggenangi Lingkungan I dan II. Sementara itu, peningkatan debit Sungai Sibuluan di Kecamatan Pandan memicu luapan air setinggi 5–10 sentimeter di Kelurahan Pondok Batu (Kecamatan Sarudik).

​Merespons bencana tersebut, jajaran Polsek Pandan dan Satuan Samapta Polres Tapteng diterjunkan ke lokasi untuk memantau situasi dan memastikan keselamatan warga.

​Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel menyatakan, kepolisian terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, aparatur kecamatan, dan Pos SAR Sibolga-Tapteng untuk penanganan darurat.

​“Kami menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat aman jika curah hujan kembali meningkat,” ujar Alan dalam keterangannya, Sabtu malam.

​Hingga Sabtu malam, banjir dilaporkan berangsur surut seiring meredanya intensitas hujan, dan warga mulai membersihkan rumah dari sisa material banjir. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sementara ruas jalan utama yang sebelumnya tergenang telah normal kembali dan dapat dilalui kendaraan.

×
Berita Terbaru Update